Lain Lain

Hal-hal yang Sering Diabaikan Seorang Muslim Saat Shalat

Sholat merupakan ibadah yang termasuk dalam rukun Islam lima rukun dan ibadah yang sangat wajib bagi seorang muslim. Oleh karena itu, menjadi rukun bagi umat Islam dalam menjalankan ajaran Islamnya. Kewajiban melaksanakan shalat lima waktu dan shalat sebagai rukun agama sudah diketahui oleh umat Islam dan sudah disebutkan dalam buku tematik pilihan. Namun, banyak Muslim tidak menafsirkan doa atau bahkan mengabaikannya.

Sholat memiliki rukun wajib yang harus dilaksanakan, hal ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umat Islam dan diatur oleh hukum Islam. Meski begitu, ada hal lain di luar rukun yang terkadang dilupakan umat Islam saat menunaikan salat.

Memang itu belum termasuk rukun dan syarat shalat serta tidak mempengaruhi validitas shalat. Namun, jika dilihat, shalat akan lebih bernilai dari pada permohonan syariah yang sederhana. Berikut adalah komentarnya:

Pertama, semangat atau semangat untuk berdoa saat waktunya tiba. Karena sebenarnya Allah swt. gak senang kalo hambanya males apalagi males sholat.

Kedua, untuk beberapa waktu, ketika shalat seseorang membebaskan hatinya dari berbagai aktivitas duniawi (faraghi qalbin). Karena sholat adalah tempat bertemunya hamda dengan Allah swt. Seorang hamba harus membawa hati dan nuraninya bersamanya di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa dan sejenak meninggalkan urusan duniawi-Nya.

Ketiga, khusyu ‘, tempatnya di dalam hati. khusyu ‘dapat dijelaskan dengan menghilangkan berbagai hal yang tidak berhubungan dengan shalat. Khusyu ‘juga diartikan sebagai menghadirkan semua indera dan jiwa di hadirat Allah swt. Meski tidak termasuk syarat shah shalat, khusyu ‘dalam shalat adalah wajib meski hanya takbiratul ihram.

Keempat, mentadaburi mmakna (tadabburi qira’tin wa dzikrin) membaca doa secara global sebagai cermin ketulusan dalam shalat. Artinya, orang yang berdoa harus memahami makna dasar dari apa yang dibaca dalam doa. Apalagi dalam dzikir, setidaknya ada satu hamba yang memahami bahwa dzikir tasbih dan tahmid dimaksudkan untuk memuliakan Allah swt. Hal ini menjadi penting karena menurut zikir as-Syinwani bisa menarik pahala, jika mengerti makanan, kecuali membaca Alquran dan berkah. Sekalipun Anda tidak memahami makna kedua bacaan (Alquran dan Shalawat), Anda tetap mendapatkan pahala.

Kelima, selalu arahkan pandangan Anda ke arah sujud (wa idamatu nadhari mahalli sujud) bahkan saat shalat di depan Ka’bah, dan bahkan jika orang tersebut buta atau shalat dalam kegelapan. Karena ini akan mengirim budak ke yang spesial. Demikian pula dalam shalat jenazah, seseorang tetap harus mengalihkan pandangannya ke tempat sujud, kipas angin tidak melihat ke arah jenazah.

Keenam, zikir dan sholat setelah sholat sunyi (zdikrun wa du’aun sirran ‘aqibaha), dan diperbolehkan dengan lantang jika dilakukan untuk mendidik orang lain baik jamaah maupun perorangan. (Mengenai pengajian dzikir dan sholat setelah sholat dijelaskan sebelumnya pada kolom ini dengan judul Bukti dan Bacaan Wirid Ba’da Shalat).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *