Lain Lain

Cara Agar Pengajuan Kredit Selalu Disetujui Bank

Menjadi nasabah terpercaya itu penting, karena bank menerapkan sistem rujukan untuk menarik nasabahnya. Referensi di sini berisi catatan sejarah sejarah keuangan kita, baik jumlah tabungan, sejarah kredit yang kita miliki dan buat. Semua hal ini penting untuk menghindari kredit. Sebab, saat Anda mengajukan permohonan, bank bisa melakukan cek antar bank melalui Bank Indonesia, melalui fitur Daftar Hitam Nasabah (DHN) untuk melacak riwayat keuangan Anda. Untuk menghindari masalah tersebut, berikut 3 cara yang dapat Anda lakukan, seperti yang disebutkan oleh www.idscore.id.

1. Perbaiki Catatan Rekening

Jika Anda bekerja sebagai karyawan, bank akan meminta gaji sebagai bukti bahwa Anda sebenarnya memiliki penghasilan yang sama setiap bulannya. Namun, bank tidak akan mempercayai slip tersebut. Karena pihak bank juga akan meminta Anda untuk menunjukkan rekening koran atau rekening tabungan yang Anda miliki. Ini untuk menunjukkan bahwa Anda memiliki jumlah uang yang sama yang masuk setiap bulan. Jika Anda mendapatkan uang tunai, coba setorkan langsung ke bank agar informasi rekening Anda cocok. Coba lihat akun-akun ini yang menunjukkan penghasilan minimal 3-6 bulan.

2. Pembayaran hutang secara berkala

Jika Anda memiliki hutang seperti kartu kredit atau hutang lainnya, usahakan untuk tidak membayar tagihan Anda agar tidak terjebak. Bank memiliki kemampuan untuk menganalisis situasi keuangan Anda yang sebenarnya. Sebab, jika Anda pernah merasa tidak senang dengan pembayaran kredit di tempat lain, pengajuan pinjaman Anda bisa saja ditolak, karena pihak bank khawatir hal yang sama bisa terulang kembali.

3. Sesuaikan bagian angsuran

Ada kemungkinan bank akan menolak pengajuan pinjaman jika jumlah cicilan utang (termasuk pinjaman baru yang akan dikirim) melebihi sepertiga dari pendapatan. Alasannya, bank tidak ingin Anda kesulitan membayar kebutuhan lain dan Anda harus mengambil bagian yang seharusnya digunakan untuk membayar cicilan utang.

Oleh karena itu, jika jumlah cicilan utang Anda saat ini sudah mencapai 33 persen dari penghasilan Anda, kurangi porsi cicilan utang Anda terlebih dahulu. Jadi kalau penghasilan Anda saat ini Rp3 juta per bulan. Oleh karena itu, usahakan agar jumlah cicilan yang Anda miliki sekarang ditambah jumlah cicilan yang akan ditawarkan kepada Anda tidak melebihi nilai Rp 1 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *